News Update :
Kwanyar News. Diberdayakan oleh Blogger.
Hot News »

Berlian Seharga Rp.7 Triliun Dari Kabupaten Sidrap - Sulawesi Selatan

Penulis : Kwanyar News on Rabu, 06 April 2016 | 04.08

Rabu, 06 April 2016


 

Seorang Kakek Dari Kabupaten Sidrap Akan Lelang Berliannya


Seorang kakek bernama Qarsing di Desa Bulu Cendrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, akan melelang berlian dengan harga Rp 6,966 triliun.

Berlian dengan bobot 222 gram itu disimpannya dalam kotak khusus. Qarsing mengaku tidak pernah memperlihatkannya ke orang lain.



Sayangnya, Qarsing tidak memiliki sertifikat atas berlian itu. Ia juga tak bersedia mengungkapkan asal-usul berlian tersebut.

Saat ini, Qarsing tengah mengupayakan untuk membuat sertifikat berlian sebelum menjualnya kepada orang lain.



Ia membuka kesempatan kepada warga asing untuk membelinya.

Mantan pejuang kemerdekaan berpangkat mayor itu mengatakan, sebagian uang hasil penjualan berlian atau Diamond itu akan ia sumbangkan untuk membayar utang negara.

Ia juga ingin menggunakan hasil penjualannya untuk membangun rumah adat, sekolah, dan pesantren di Sidrap dan Enrekang.
komentar | | Read More...

Batu Akik Adalah Batu Permata Setengah Mulia

Penulis : Kwanyar News on Sabtu, 19 Maret 2016 | 02.36

Sabtu, 19 Maret 2016

 

Mengenal Keindahan Batu Akik Indonesia



Masih banyak pecinta dan kolektor batu menyebut akik untuk mewakili semua jenis batu-batu mulia yang sering dipakai untuk mata cincin. Hal tersebut dikoreksi oleh Geolog sekaligus ahli batu mulia, Sujatmiko.

Menurut Sujatmiko, akik merupakan salah satu jenis batu mulia. Akik dikenal dengan nama agate. "Akik salah satu dari anggota batu mulia. Batu yang dimuliakan," kata Sujatmiko di Bandung, Jumat (27/3/2015) kemarin.

Setelah diproses, lanjut Sujatmiko, batu mulia menjadi batu permata. Dengan kata lain, akik atau agate merupakan batu permata setelah menjadi mata cincin. "Batu permata ada dua. Permata mulia dan setengah mulia," ungkap dia.

Jika diklasifikasikan lagi, batu permata mulia adalah intan, berlian (diamond), rubi, safir dan jamrud (emerald). Sementara akik atau agate dan batu kuarsa lainnya masuk ke dalam batu permata setengah mulia. "Kalau kekerasaannya skala tujuh mohs atau kurang dari tujuh mohs itu masuknya batu permata setengah mulia," ucap dia.
komentar | | Read More...

Perbedaan Batu Permata dan Batu Akik

 

Bedanya Perhiasan Batu Permata dan Batu Akik


Saat ini masyarakat di Tanah Air tengah dilanda demam batu akik. Hampir di setiap sudut kota, ada saja terlihat tempat-tempat penjualan batu akik maupun perhiasan berhiaskan batu akik. Namun, ternyata masih banyak yang belum bisa membedakan antara batu permata dan batu akik.

Untuk memperoleh penjelasan soal batu permata dan batu akik, Kompas Female menghubungi Agung Setiawan yang berdomisili di Bantul, Yogyakarta. Agung adalah seorang penggemar batu akik sekaligus gemspreneur atau wirausaha batu akik. Dengan gamblang, Agung memberikan penjelasan soal perbedaan antara batu permata dan batu akik.


"Batu akik itu adalah batuan alam yang diperoleh dari fosil atau muntahan lava gunung. Kami biasanya menambang batu akik di aliran sungai yang berasal dari gunung. Batu akik itu memang batuan yang sudah ada di permukaan bumi," ujar Agung ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (4/5/2015).

Batu akik, kata Agung, terdiri atas berbagai macam jenis, misalnya agate, pancawarna, dan bacan. Menurut Agung, setiap daerah di Indonesia memiliki batu akik khas yang tidak ditemui di daerah lainnya. Batu akik harus melalui proses pemotongan, penggosokan, dan proses lainnya sebelum akhirnya digunakan sebagai perhiasan, seperti cincin atau liontin kalung.

Sementara itu, Agung berpendapat bahwa batu permata berbeda dengan batu akik. "Kalau batu permata itu ditambang, digali dari perut bumi. Beda dengan batu akik yang memang sudah ada di permukaan, seperti yang biasa dilakukan dengan mencari di sungai-sungai," jelas Agung.

Batu-batu yang digolongkan sebagai batu permata antara lain zamrud, safir, ametis, dan intan. Batu-batu permata lazimnya digemari oleh kaum wanita untuk dijadikan sebagai perhiasan, seperti anting, kalung, cincin, gelang, ataupun hiasan yang disematkan pada busana. Salah satunya adalah Kate Middleton, istri Pangeran William dari Inggris, yang mengenakan cincin pertunangan berupa batu safir berwarna biru milik Lady Diana.

Agung berpendapat, kaum wanita memang cenderung lebih menggemari batu permata ketimbang batu akik. Sebab, batu permata biasa diolah menjadi ukuran kecil dan tampilannya lebih cantik bagi kaum wanita. Adapun batu akik, menurut dia, lebih banyak digemari kaum pria.

"Wanita itu jarang yang suka batu akik. Kalaupun ada, ya tidak banyak. Batu permata seperti safir, zamrud, itu yang lebih disukai wanita. Alasannya karena ukuran menurut saya, batu akik itu biasa dipakai oleh pria," ungkap Agung.
komentar | | Read More...

Batu Fosil Yang Langka Dari NTT

Penulis : Kwanyar News on Rabu, 13 Januari 2016 | 03.11

Rabu, 13 Januari 2016

 

Batu Fosil Yang Berusia Ratusan Juta Tahun


Batu Alam di Indonesia memiliki keindahan baik itu dari segi bentuk dan warnanya. Sedikitnya, ada 34 batu fosil langka yang berasal dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia dipamerkan di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Salah satunya yakni batu fosil dari NTT yang diperkirakan berusia ratusan juta tahun.

Selain Batu Fosil NTT, batu fosil langka dari Papua, Lombok dan Garut juga ikut dipamerkan. Pameran tersebut dilakukan oleh benstone yang berlangsung di Hotel Polonia, Medan, Jumat (30/10/2015).



"Batu fosil yang asalnya dari Maumere-NTT ini diperkirakan berusia ratusan juta tahun lalu dan mempunyai perpaduan lima warna," kata penyelenggara pameran benstone Hendri dilokasi.

Menurut Hendri, batu-batu fosil ini ditemukan di hutan maupun disekitaran gunung merapi yang sudah tidak aktif. Setelah ditemukan, batu tersebut didesain sekitar tiga bulan untuk mendapatkan hasil yang bagus.



"Batu-batu fosil ini harganya ada yang mencapai Rp 300 juta," sebutnya.

Sementara itu, penyelenggara pameran lainnya, Edwin Winata menyebut ada peminat asal Korea yang menyukai batu fosil asal Indonesia. "Konon katanya batu fosil ini mengandung aura baik seperti misalnya rezeki, kesehatan dan menolak bala," imbuhnya.

komentar | | Read More...

Tren Batu Akik 2016

 

Harapan Para Pedagang Batu Akik Di Tahun 2016


Tren Batu Akik di Tahun 2016 dan Kolektor dan pecinta batu akik sejati tak akan pergi. Batu akik asli Indonesia akan terus hidup. Batu akik pun masih menyimpan potensi.

"Ya mulai terasa turun peminatnya, paling ya kalau masih senang beli itu yang kolektor-kolektor," jelas Faisal, pedagang batu akik di Rawa Bening, Jaktim, Selasa (20/10/2015).

Faisal yakin para pecinta batu yang asli tetap akan membeli. Dan di Rawa Bening masih ada para pembeli yang tetap datang mencari batu.

"Yang beli ada lah 1-2 orang seminggu, yang pegawai-pegawau kantoran lah," tegas Ridwan pedagang lainnya.

Saat masa berganti, dahulu di masa booming akik bahkan untuk masuk ke area Jakarta Gems Center mesti berdesakan. Sebelum toko buka bahkan orang sudah antre. Namun siang ini pembeli lengang, para penjual juga terlihat duduk bermain HP atau mengobrol dengan rekannya.


"Turun hampir 90% ada, coba tanya ke yang lain pasti sama semua, bahkan bisa jadi ada yang belum dapat pelanggan hari ini. Dulu sebelum booming jual batu stabil tapi kalau sekarang terasa sekali kurangnya," cerita Malik pedagang akik.

Namun sekali lagi, rasa optimistis akan batu akik 2016 tetap dipelihara. Apalagi batu akik barang yang habis dan tak bisa diproduksi, kecuali batu masakan.

"Insya Allah masih ada harapan," tutup Malik.
komentar | | Read More...

Entri Populer

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Batu Permata . All Rights Reserved.
Design Template by Kwanyar News | Support by creating website | Powered by Blogger