Saturday, January 24, 2015


Keindahan dan Mitos Batu Merah Borneo


Batu Merah Borneo berbentuk bulat setengah telur dengan bagian atas berbentuk kubah. berukuran panjang 10,4 mm, lebar 10,lmm. dan tinggi 6 mm.

Berwarna merah keputihan tidak tembus cahaya. Memiliki mineral chalcedony yang memiliki kadar kekerasan sekitar 7 skala mohs, dan banyak mengandung unsur kimia Silikon, besi dan alumunium. Media yang diambil melalui proses alam dan memiliki kekuatan secara alami.

Batu Akik Kalimantan ini tergolong batu alami dan disebut batu merah borneo karena bahan mentahnya batunya didapat dari pulau kalimantan/borneo dan batu ini memiliki keunikkan dari apabila dilihat dan di perhatikan tanpa urat-urat batu seperti garis atau serabut pada bagian batu yang berwarna merah serta putih kabut awan pada batunya.

Batu alami adalah kumpulan mineral dari berbagai jenis batu yang berkekuatan secara alami. memiliki kekerasan umumnya dibawah rata-rata batu permata.

Batu alami tidak tergolong batu mulia, kekuatan tuah yang diharapkan dari suatu batu alami tersebut dapat memberikan aura. baik aura positif secara fisik maupun psikoligis dan akan memberikan nilai lebih dari energi kegaibannya dan mengandung hawa energi yang berpengaruh bagi pemakainya.


Mitos Kegunaan Batu Merah Borneo :


Memancarkan aura kasih sayang, meningkatkan charisma dan kewibawaan, mendapatkan kedudukan yang bersifat tidak mau di kalahkan, melancarkan segala usaha, meningkatkan karier menguatkan jabatan, mengobati bayi yang sakit rewel sakit perut dan masuk angin  atau bayi kena gangguan mahkluk gaib, memberikan rasa kedamaian, ketenangan dalam kehidupan, memperpanjang umur, menentramkan fikiran serta mencegah hati bingung, dan lain sebagainya.

 

Keindahan dan Mitos Batu Pirus Merah


Batu Pirus Merah berbentuk bulat setengah telur dengan bagian atas berbentuk kubah. Berukuran  : panjang  10,2mm. lebar 10.mm dan tinggi 5mm. Berwarna : merah hitam tidak tembus cahaya. kadar keras : 5-6.  formula kimia : CuAI6. 

Apabila dilihat warna dasar batunya hitam dan tampak urat-uratnya seperti asap merah dan bila diperhatikan pada luar batu ini terlihat bundaran atau lingkaran warna  dan terpeta percikan darah, batu ini menempel pada besi magnet.

Di indonesia dikenal dengan nama Batu Pirus Suci, Batu ini memiliki urat-urat merah mirip dengan sisik Kulit Naga. Media yang diambil melalui proses alam dan memiliki kekuatan secara alami.

Batu Permata bila ditelaah secara ilmiah maka tidak berbeda dengan barang tambang lainnya yang memiliki aneka warna yang mempersona manusia, sehingga manusia menyebutnya dengan sebutan “ Batu Mulia “  Kekuatan energi batu berensonansi dan menyerap terhadap getaran kekuatan energi chi yang berada dialam raya ini.

Batu permata memiliki energi aura yang tidak terlihat dan manusia juga memiliki aura, jadi aura energi dari batu akan mudah masuk kedalam aura manusia, sehingga menjadi lebih mudah tercapainya dalam kondisi apapun bagi pemakainya.


Mitos Kegunaan Batu Pirus Merah :


Batu Permata Pirus ini berkaitan dengan cakra yang pertama yang terletak didaerah pinggul dan warna batu menghasilkan getaran yang menumbuhkan hawa panas, menambah tenaga tubuh karena mempengaruhi peredaran darah dan menjadikan lebih giat bekerja.

Memiliki kekuatan dan merasa percaya diri tinggi dan dihormati banyak orang, membawa kebahagiaan dan keberuntungan, membantu dalam memulai usaha baru, untuk relaksasi tubuh, mengatasi rasa was-was atau bingung, kekacauan mental, menenangkan emosi, menolak black magis, bencana dan segala racun, batu ini memberi tanda akan berubah basah dan berubah warna, menjernihkan fikiran dan perasaan, melancarkan rezeki, dan lain sebagainya. Cara pemakainya : Dibuat cincin atau dibawa dalam berpergian.

Monday, December 22, 2014

 

The Eye of Brahma Gemstone Yang Sempat Dikutuk


Kisah perhiasan batu permata yang diyakini membawa sial cukup banyak. Salah satunya Black Orlov yang diperkiraan berasal dari sebuah tambang di India di abad 19. 

Warnanya yang abu-abu pekat seolah terlihat seperti hitam. Menurut cerita, dulunya Black Orlov pernah menyatu pada patung Dewa Brahma. Oleh sebab itu, permata ini disebut pula dengan The Eye of Brahma Gemstone.

Namun permata tersebut dicuri dari patung. Pelakunya adalah biarawan. Black Orlov akhirnya berganti tuan dari waktu ke waktu lewat jalan jual-beli. Hanya saja kemudian cerita mistis muncul setelah pencurian terjadi. Nasib nahas menimpa semua orang yang memilikinya.

Alkisah dari tiga orang yang pernah menjadi tuan dari batu permata 67,50 karat tersebut, mati. Mereka semua bunuh diri. Kabar ini pertama kali dialami oleh JW Paris, seorang pedagang berlian, yang membawa Black Orlov ke Amerika Serikat. Beberapa waktu setelah menjual Black Orlov, dia meloncat dari gedung 5th Avenue Manhattan pada 7 April 1932.

Kutukan selanjutnya menimpa Putri Leonila Viktorovna-Bariatinsky dari Rusia. Dikutip laman Merdeka, Leonila bunuh diri seperti JW Paris. Sepeninggal Leonila, Black Orlov dimiliki Putri Nadia Vygin-Orlov. Dia masih saudara dengan Leonila. Lagi-lagi, terjadi kejadian bunuh diri. Nadia juga mengakhiri hidup dengan meloncat dari atas gedung.


Namun kutukan ini sepertinya berakhir sejak dimiliki Charles Wilson pada tahun 1950-an. Dia menjadikan Black Orlov perhiasan baru dengan memotongnya. Beberapa artis Hollywood yang sempat memiliki potongan Black Orlov adalah Felicity Huffman, salah seorang pemeran dalam sinema Deperate Housewives. Dan, Huffman tidak mengalami kutukan yang sama.


Wednesday, November 26, 2014

Keunikan dan Ke Indahan Batu Mulia Bacan


Jenis batu bacan cukup banyak. Selain Bacan Doko dan Bacan Palamea, masih ada jenis Bacan Obi, Pancawarna, dan sebagainya. Batu ini memiliki nama seperti itu karena memang menjadi batu alam yang asli dari Pulau Bacan. Pulau ini menempati wilayah administratif Halmahera Selatan.

Dikutip dari laman Detik, karakteristik yang dimiliki Bacan Doko dan Bacan Palamea lebih khas lagi. Menurut Adi, pedagang batu mulia Jakarta Gems Center (JGC) di Jakarta, Bacan Doko memiliki warna lebih hijau. Sementara untuk Palamea, warnanya cenderung. Kualitas keduanya jika makin bagus maka melangit harga jualnya. Sebuah batu bacan harga antara Rp 3 juta – 10 juta.

    “Kalau yang kehijauan itu Bacan Doko. Kalau Palamea warnanya agak kebiruan. Kalau disenter dia tembus batunya. Makin bening, makin mahal harganya. Itu kualitasnya sudah super,” kata Adi.

Soal keunikan batu bacan diungkapkan pula oleh kolektor batu tersebut, Wartono. Menurutnya, batu bacan seperti memiliki kehidupan di dalamnya. Batu ini memiliki kharisma sehingga banyak diburu oleh kolektor batu mulia.

    “Batu ini seperti hidup. Kayak ada nyawanya. Dia warnanya tadinya hijau agak gelap, tapi lama-lama jadi makin nyala. Itu dia uniknya,” tutur Wartono.

Batu bacan dijual dengan berbagai versi. Ada yang sudah berbentuk perhiasan seperti kalung atau cincin, dan ada pula yang masih mentahan berupa bongkahan batu. Harga cincin berkisar ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah.Semakin bagus material batu bacan, harganya menjadi mahal.

Daftar Jenis - Jenis Batu Bacan :

 

  • Batu Bacan Doko

Diambil dari nama desa Doko kecamatan Bacan, kualitas bahan yang ditambang di daerah doko cukup bagus dengan ciri khas warna hijau basah. Kristal yang terbentuk dari fosil karang dan pohon yang tumbuh di sekitar sungai adalah pembentuk utama dari cincin berkualitas tinggi ini.

Warna kehijauan mirip dengan Batu Akik Lumut Hijau yang diproduksi oleh pengrajin dari Baturaja, bagian dalam nampak terisi dengan fosil pakis yang berumur sangat tua.


  • Batu Bacan Palamea
Penambang desa Palamea bekerja keras untuk mendapatkan biji batu cincin bacan Palamea karena sangat sulit didapat dibandingkan dengan Bacan Doko, karena sangat sulit didapat dan memiliki khasiat yang banyak dipercaya orang bisa meningkatkan pancaran aura dari dalam tubuh dan menjaga kesehatan tubuh dari serangan penyakit.


  • Batu Bacan Palamea
Warna hijau jernih bahkan ada yang transparan, sedikit berbeda dengan si doku yang memiliki corak lumut didalam biji cincin.


Monday, November 24, 2014

Keunikan Batu Bacan Asli Pulau Maluku


Batu Bacan merupakan 'batu hidup' karena kemampuannya berproses menjadi lebih indah secara alami ataupun cukup dengan mengenakannya setiap hari dalam bentuk cincin, kalung, ataupun kepala sabuk. Batu bacan dengan inklusi atau serat batu yang banyak secara perlahan akan berubah menjadi lebih bersih (bening) dan mengkristal dalam waktu bertahun-tahun.

Sebagai contoh, batu bacan warna hitam secara bertahap mampu berubah menjadi hijau. Tidak cukup berproses sampai di situ, berikutnya batu ini masih bisa berubah lagi dalam proses 'pembersihan' sehingga menjadi hijau bening seperti air. Untuk mempercepat proses tersebut  biasanya pemilik batu bacan akan terus-menerus memakainya hingga berubah warnanya.

Tidak hanya mampu 'hidup' berubah warna secara alami, batu bacan juga untuk beberapa jenis dapat menyerap senyawa lain dari bahan yang melekatinya. Seperti sebutir batu bacan hijau doko yang dilekatkan dengan tali pengikat berbahan emas mampu menyerap bahan emas tersebut sehingga bagian dalam batunya muncul bintik-bintik emas.

Kemampuan batu bacan yang berubah warna secara alami dan mencerap bahan melekatinya itulah yang membuat pecinta batu mulia di luar negeri dari China, Arab, dan Eropa tercengang dan kagum terhadapnya. Selain itu, batu bacan juga memiliki tingkat kekerasan batu 7,5 skala Mohs seperti batu jamrud dan melebihi batu giok.


Dengan keistimewaan dan keunggulan batu bacan itulah banyak pecinta batu mulia dari luar negeri memburunya sejak tahun 1994. Di Indonesia sendiri batu ini baru popular belakangan sejak 2005 dimana sekarang harganya sangat mahal serta kurang logis bagi orang awam.

Penambangan batu bacan sendiri di Pulau Kasiruta tidaklah mudah karena perlu penggalian tanah hingga lebih dari 10 meter. Penambang batunya perlu mencari di tanah terdalam demi mencari urat-urat galur batu bacan. 

Meski lebih identik dengan warna hijau, batu bacan sebenarnya memiliki ragam warna lain seperti kuning tua, kuning muda, merah, putih bening, putih susu, coklat kemerahan, keunguan, coklat, bahkan juga beragam warna lainnya hingga 9 macam.

Batu bacan diketahui telah menjadi perhiasan hampir setiap warga sejak masa empat kesultanan (Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan) di Maluku Utara, baik itu oleh pria maupun wanita. Bahkan, batu bacan terbaik menjadi penghias Perhiasan Mahkota para sultan yang masih ada hingga saat ini seperti pada mahkota Kesultanan Ternate. 

Sering pula batu ini menjadi hadiah bagi tamu yang menyambangi pulau-pulau di Maluku. Tahun 1960 saat Presiden Soekarno berkunjung ke Pulau Bacan dihadiahi warga di sana berupa batu cincin bacan. Presiden SBY juga sempat menghadiahi Presiden Amerika Serikat, yaitu Barrack Obama berupa cincin batu bacan saat berkunjung ke Indonesia.

Apabila Anda menyambangi Ternate, Tidore, Jailolo, atau pun Pulau Bacan maka pastikan mendapatkannya untuk sebuah cenderamata. Akan tetapi, perlu kecermatan memilih atau mintalah saran orang yang memahaminya terkait keasliannya. Hindari pula membeli batu bacan 'mati' yang dibentuk jadi mata kalung atau mata cincin dimana terkadang batu tersebut tidak akan proses lagi.

Sebagai panduan singkat bahwa jenis batu bacan berkualitas yang umum dikenal dan beredar di pasaran ada dua, yaitu bacan doko dan bacan palamea. Bacan doko kebanyakan berwarna hijau tua sedangkan bacan Palamea berwarna hijau muda kebiruan. 

Nama palamea dan doko sendiri diambil dari nama desa di Pulau Kasiruta. Kedua desa tersebut memiliki deposit batu bacan cukup banyak selain di desa Imbu Imbu dan Desa Besori. Batu bacan sendiri merupakan jenis batu krisokola yang kebanyakan berwarna hijau kebiruan. 

Kekerasan awal batu ini berkisar antara 3-4 pada skala Mohs. Batu Bacan berkualitas adalah yang telah mengalami proses silisifikasi sehingga kekerasannya mencapai 7 pada skala Mohs. Batu bacan yang sudah memproses alami akan terlihat mengkilat dan keras ketika sudah diasah.


Blog Archive

Kwanyar News. Powered by Blogger.

Popular Posts